Selasa, 18 Oktober 2011

sholat yang nikmat


sholat yang nikmat
Sholat itu "fasilitas luar biasa" yang disediakan bagi manusia. Tidak sekedar berdoa dan mengingatNya, tp sebagai "ruang suci dan khusus" di mana seorang hamba diperkenankan berkomunikasi langsung dengan Alloh Pemilik Kerajaan Langit dan Bumi. Terkait fasilitas yang istimewa ini, Alloh menyindir sebagian manusia akhir jaman dalam Al-Qur'an dengan menyebut "..generasi yang menyia-nyiakan sholat". Sangat ironis, sholat yg merupakan kesempatan berharga itu banyak ditinggalkan sebagian bahkan keseluruhan kandungannya.
Sholat itu tempat melapor, mengadu kepada Sang Pencipta. Sholat itu pos induk dari kehidupan kita, karena bumi ini sejatinya adalah tempat pengembaraan ruh yang telah ditiupkan ke dalam jasad manusia, sedangkan asal dan pusat segala sesuatu adalah Alloh.

Sholat itu bagaikan rumah yg menentramkan bagi seorang anak kecil, di dalam rumah itu ada ayah tempat mengadu dan mengeluhkan segala masalah di luar rumah. Sholat bagaikan rumah di mana merupakan tempat terbaik bagi si kecil utk mendapatkan bimbingan menjalani kehidupan di luar lingkungan rumah yg kadang keras, berbahaya dan tidak pandang bulu.

Sholat adalah link/ pintu khusus yang menyingkat jarak antara manusia dengan Penguasa Jagad Astronomi, menjadi jarak yang sedekat-dekatnya. Bahwa Alloh yang kekuasaannya maha luas itu tidaklah jauh dan tak terjangkau. Meskipun tak terlihat, tapi melalui komunikasi dalam sholat itu kita yakin bahwa pertolongan, perlindungan, dan petunjukNya amat dekat melebihi kedekatan di antara sesama manusia, karena Alloh maha mengetahui rahasia hati kita.

Sholat adalah ruang temu antara dunia materi kepada Alloh yang Maha Ghaib. Pertemuan ini selaras dengan keadaan manusia yang di dirinya bersemayam Ruh yang ghoib. Karenanya, sholat akan menguatkan sifat Ruhiyah yang merupakan dasar eksistensi kita sebenarnya. Sholat bagi kita yang awam ibarat oase di padang pasir, di mana Ruh mendapatkan "istana"nya ketika keadaan di luar sholat seringkali menistakannya dengan kesibukan urusan materi. Dalam sholat itu kita lepaskan urusan duniawi, semata-mata menghadapkan wajah dan pikiran kita kepada Yang Menguasai Ruh, Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Dalam sholat, kita meng-kecil-kan arti dunia sekaligus meng-Agung-kan KebesaranNya, menempatkan sesuatu sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Dalam sholat, kita menitipkan semua masalah duniawi kepadaNya, karena Alloh SWT lah sebaik-baik pengatur segala urusan.
Dalam sholat, kita menyandarkan pikiran sembari mengharap pertolongan dan kasih sayang-Nya.
Dengan semua pengertian di atas dan keutamaan lain yang belum kita ketahui, sholat seharusnya menjadi saat-saat favorite kita. Dikerjakan dengan penuh kenikmatan, kenyamanan, kelembutan, kemesraan (berdekatan dengan Tuhan Pemilik Kasih dan Sayang), pengharapan, dan ketundukan.

Sholat itu seharusnya menjadi sesuatu yang mudah untuk meraih nilai-nilainya, karena Alloh menyukai kemudahan bagi hambanya. Menjalani sholat hanyalah meyakini bahwa kita sedang menghadapkan diri kepada Alloh, lalu melakukan setiap gerakan dan bacaan dengan sepenuh hati dan pikiran.
Untuk itu kita harus mengerti setiap kata dalam sholat yang terdiri dari sedikit bacaan saja, lalu mempelajari kandungan makna agar bisa menghayatinya.
Dibanding ahli ibadah, kita mungkin membutuhkan waktu yg lebih lama dalam sholat, untuk menghayati setiap bacaan yang belum begitu kita kuasai.
Dengan cara di atas, insyaAlloh Dia yang akan menurunkan kekhusyukan.

Menangis di dalam sholat adalah salah satu dampak dari kekhusyukan ketika menghayati bacaan doa atau ayat-ayat tertentu. Karena pada dasarnya setiap manusia itu lemah di hadapan Sang Khalik, bagaikan debu di padang pasir. Air mata yang mengalir saat membaca doa bisa terjadi terutama ketika keadaan di luar sholat terasa berat dan tidak adil. Tangisan itu bagaikan tangisan anak kecil yg mengeluh mengadukan masalah ke ayahnya.

Ketika sholat, kita mendapat keridloan, kasih sayang dan ampunanNya. Sekaligus juga kita mendapat kekuatan, ketenangan, kesabaran, pencerahan, petunjuk/ jalan keluar, sikap mental positif lain dan terapi kesehatan sebagai bekal yg sangat kuat dalam menghadapi hidup.

Selepas sholat, sudah tidak ada lagi kesedihan, kegalauan, ketakutan, kelemahan, kecengengan menghadapi liku-liku hidup. Alloh juga yang akan menuntun langkah kita menghadapi semua urusan sehingga berujung pada sesuatu yang terbaik.

Sholat yang nikmat sebagai awal kedekatan hubungan pribadi kita dengan Alloh SWT, untuk selanjutnya beramaliah di kehidupan sehari-hari mengikuti ajaran yang diperintahkan dan meninggalkan laranganNya. Yaitu ajaran dan larangan baik itu yang menyangkut hubungan kepada Alloh SWT, maupun yang menyangkut hubungan kepada sesama. Pemenuhan kedua jenis hubungan itu tidak bisa dipisahkan, sebagaimana ruh dan jasad ini menyatu dlm menjalani hidup.

0 komentar:

Posting Komentar